Lembaga

07Jul 2014

Pondok Pesantren Wahid Hasyim, sejak pertama kali berdiri telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai penjuru nusantara. Untuk menjaga hubungan silaturahim dan membentuk sebuah jaringan pengembangan alumni dan pendidikan pondok pesantren, maka pada 2006 Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim telah membentuk Pusat Informasi Alumni (PIA). Agenda utama PIA adalah menjadi fasilitator bagi terciptanya hubungan sinergis antara pondok pesantren dengan alumni.

07Jul 2014

Lembaga ini berdiri dengan dilatarbelakangi semangat berikhtiar atas hakikat keterciptaan manusia sebagai khalifah fil-ardl dalam rangka menyejahterakan bumi Allah. LPKK juga berdiri sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan masa depan bangsa, yang mana dewasa ini angka pengangguran di Indonesia telah mencapai 9,75% atau sekitar 10,55 juta jiwa. Serta tingginya tingkat kemiskinan sejalan dengan inflasi dunia pada pertengahan tahun 2008 mengakibatkan jumlah warga miskin di Indonesia bertambah menjadi 41,10 juta jiwa. Oleh karena itu, eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pengabdian umat dituntut berperan aktif dalam mencetak kader bangsa yang beriman, mandiri, tangguh, dan berkualitas dalam menghadapi globalisasi zaman.

          Maka LPKK menawarkan solusi guna menyikapi arus globalisasi perekonomian dunia dalam bentuk pelatihan yang berorientasi pada kemajuan kesejahteraan ummat. Dalam pengembangannya LPKK membidik program pelatihan aplikatif yang memungkinkan dapat dengan mudah diakses oleh peserta didik dan bermanfaat serta tepat guna baik dalam pengembangan kepribadian (personality development), maupun pengembangan usaha (training in house corporate).

07Jul 2014

Lembaga Sarana Prasarana didirikan pada tahun 2002 atas saran pengasuh dan beberapa santri senior ser ta yayasan pondok pesantren wahid hasyim atas dasar pentingnya sebuah lembaga yang mempunyai peran dalam menfasilitasi pendidikan dan kebutuhah –kebutuhan santri. Hal ini ditekankan untuk menunjang segala bentuk pendidikan yang ada di yayasan pondok pesantren wahid hasyim agar tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien.

Adapun visi dan misi lembaga sarana prasarana sebagai berikut :

Visi : Menjadikan Pondok pesantren Wahid Hasyim Sebagai sentral pendidikan formal dengan fasilitas yang sempurna

Misi : Meningkatkan mutu  sarana pendidikan pondok pesantren

07Jul 2014

Lembaga wakaf  berdiri pada 2005. Lembaga Wakaf dibentuk didasarkan pada keinginan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, pelayanan terhadap santri dan pengabdian kepada masyarakat secara keseluruhan demi terwujudnya al-maslahat al-‘ammah. Lembaga wakaf mengakomodasi dan mengelola harta wakaf yang disumbangkan oleh berbagai pihak beradasarkan motivasi ibadah dan semangat li ‘ila’I kalimatillah.

07Jul 2014

pawh

Panti Asuhan Wahid Hasyim (PAWH) merupakan lembaga penyedia santunan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang berasal dari kalangan keluarga pra-sejahtera yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim. PAWH didirikan pada tanggal 17 November 1999, berdasarkan inisiatif sekaligus wasiat al-maghfurlah K.H. Abdul Hadi Syafi’i, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim.

  1. 1
    Donasi dan Innformasi

    Untuk donasi ke PAWH bias melalui Rekening BRI cabang Yogyakarta Cik Ditiro, Nomor Rekening : 0029-01-001251-53-9 a/n Panti Asuhan Wahid Hasyim. Kontak Person : Afin Masrija (085702634556).

  2. 2
    Program Pembinaan Kemandirian

    1. PAWH mengupayakan terselenggaranya pelayanan pendidikan akademis-kognitif melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan formal secara terpadu.
    2. PAWH mengupayakan terselenggaranya pelayanan program tahfidz al-qur’an melalui kerjasama dengan lembaga tahfidz al-qur’an (Madrasah Huffadz Wa Tafsir).
    3. PAWH mengembangkan kecakapan berbahasa asing melalui penyelenggaraan kursus bahasa Arab dan Inggris.
    4. PAWH mengupayakan terwujudnya program pengembangan lifeskill melalui berbagai kegiatan peningkatan ketrampilan, kesenian, kepemimpinan dan pengembangan diri.
    5. PAWH mengupayakan terwujudnya pengembangan keterampilan berbasis teknologi komputer dan informatika.

     

  3. 3
    Pola Pelayanan

    Pola Pelayanan Panti Asuhan Wahid Hasyim adalah sebagai berikut :
    Sumber dana yang diperoleh PAWH dikelola secara professional dan didistribusikan kepada anak sebagai amal jariyah dan digunakan untuk kemaslahatan yang lebih luas.
    Sumber dana PAWH diorientasikan bagi kepentingan pelayanan pendidikan anak sehingga memiliki konstribusi besar bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
    Sumber dana dikelola berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang dilaporkan secara berkala dan dapat diakses setiap saat.

  4. 4
    Sejarah

    Panti Asuhan Wahid Hasyim (PAWH) merupakan lembaga penyedia santunan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang berasal dari kalangan keluarga pra-sejahtera yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim. PAWH didirikan pada tanggal 17 November 1999, berdasarkan inisiatif sekaligus wasiat al-maghfurlah K.H. Abdul Hadi Syafi’i, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Saat pendiriannya, PAWH bernama GAWASAYAP (Lembaga Wakaf dan Santunan Yatim Piatu) dan secara resmi telah mendapatkan rekomendasi dari Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil Depag) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Surat Keputusan nomor : WI/6/PP.00.7/987/2000 tanggal 15 Mei 2000.
    GAWASAYAP memeliki sejumlah agenda kegiatan sosial-ekonomi yang meliputi: pengelolaan wakaf, santunan fakir miskin, santunan pendidikan untuk yatim-piatu dan anak dari keluarga pra-sejahtera, serta pengelolaan unit-unit usaha. Penajaman orientasi dan efektifitas pengelolaan kelembagaan merupakan langkah krusial yang perlu dilakukan, oleh karena itu sejak tahun 2006 prioritas agenda kegiatan GAWASAYAP lebih ditekankan pada penyediaan santunan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu serta anak-anak yang berasal dari kalangan keluarga pra-sejahtera. Sementara itu, secara institusional, pengelolaan wakaf diserahkan kepada lembaga tersendiri dan terpisah. Berdasarkan serangkaian perubahan tersebut, maka dipandang perlu untuk mengubah nama lembaga, dari GAWASAYAP (Lembaga Wakaf dan Santunan Yatim Piatu) menjadi PAWH (Panti Asuhan Wahid Hasyim), dan kemudian pada 1 Oktober 2010 telah resmi mendapatkan ijin operasional sebagai organisasi sosial dari Dinas Sosial Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Surat Keputusan nomor : 188 / 4704 / V.I.
    Seiring perkembangannya, pada Maret 2012, PAWH selain menjalankan peran sebagai pengelola santunan fakir miskin dan santunan pendidikan untuk yatim-piatu dan anak dari keluarga pra-sejahtera, juga menjalankan peran sebagai Lembaga Beasiswa Wahid Hasyim (LBWH).
    Bentuk santunan pendidikan untuk anak-anak yatim piatu, anak-anak dari keluarga pra-sejahtera dan anak-anak beasiswa yang diupayakan oleh PAWH meliputi : pemberian bantuan dana pendidikan (SPP), livingcost(Syahriyah Pondok), chatering, uang saku, pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan-kebutuhan lainnya selama periode pendidikan. Agar pelayanan pendidikan dapat diselenggarakan bersama secara optimal, maka PAWH telah melakukan kerjasama secara terpadu dengan lembaga-lembaga pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menenegah atas. Lembaga-lembaga pendidikan dimaksud, antara lain :

    Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wahid Hasyim
    Madrasah Tsanawiyah (MTs) Wahid Hasyim
    Madrasah Aliyah (MA) Wahid Hasyim.
    Madrasah Huffadz wa Tafsir Wahid Hasyim.

    Secara umum, jumlah anakPAWH yang mendapatkan pelayanan pendidikan di lembaga pendidikan tersebut berdasarkan tahun angkatan adalah sebagai berikut :

    Tabel Jumlah Anak Panti Asuhan Wahid Hasyim per-Tahun
    No Tahun Ajaran Jumlah Anak

    1. 1999/2000 5
    2. 2000/2001 7
    3. 2001/2002 10
    4. 2002/2003 14
    5. 2003/2004 22
    6. 2004/2005 47
    7. 2005/2006 49
    8. 2006/2007 30
    9. 2007/2008 40
    10. 2008/2009 44
    11. 2009/2010 49
    12. 2010/2011 48
    13. 2011/2012 29
    14. 2012/2013 20
    15. 2013/2014 31

    Supaya agenda-agenda tersebut dapat terlaksana secara optimal, maka PAWH berupaya untuk menjalin hubungan silaturahmi dan kerjasama dengan semua pihak terkait, dengan mendasarkan pola kepemimpinan dan manajemen kelembagaan pada prisnsip transparansi dan akuntabilitas.

     

  5. 5
    Visi dan Misi

    Visi Panti Asuhan Wahid Hasyim adalah menjadi panti asuhan yang menyediakan dan mengelola santunan pendidikan dan pelayanan kesejahteraan secara professional, transparan dan amanah demi terwujudnya generasi masa depan yang mandiri dan berkualitas.

    Misi Panti Asuhan Wahid Hasyim sebagai lembaga sosial yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim adalah sebagai berikut :
    Menyelenggarakan pelayanan dan pendampingan optimal bagi terpenuhinya kesejahteraan anak.
    Menyediakan santunan pendidikan anak secara menyeluruh dan membina kerjasama dengan lembaga pendidikan dan pihak-pihak terkait demi terwujudnya pendidikan yang terpadu dan berkualitas.
    Mewujudkan sistem pengelolaan keuangan yang berlandaskan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

  6. 6
    Struktur Organisasi

    Ketua : Almustafa
    WakilKetua : Suryo Hadi Kusumo
    Sekertaris I : Muhammad Iqbal Rahman
    Sekretaris II : Fita Rohmaniyatuz Zulfa
    Bendahara I : Nok Tuslihah
    Bendahara II : Mujib, S.H.I.

    DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

    Financial Lobbying :
    – Afin Masrija (Koord)
    – Arief Miftahuddin
    – M. Yunus Ahdan
    – Sa’id Firmansyah
    – Asngat Hidayat
    – RH Al-Hadid
    – Murtadlo
    – Syahruddin
    – Binti Afifah
    – Nurrohmah
    – Nur Jannah
    – Kurrotul A’yun
    – Laeli Nasaika
    – Nadia Fauziyah
    – Mazia Fahriana
    – Fiki Himmatuna
    – Arina Rahmatika
    – Ulfa Qomariyah

    BP dan Kesejahteraan:
    – Anang Alfan Rois (Koord)
    – Ashwab Mahasin, S.H.I.
    – Aulia Rahman
    – M. Labib Ridlo
    – Angko Wildan
    – Ima Rif’atun Nafi’ah
    – Hana Luthfi Alifah
    – Atika Dwi Rohayati
    – Malika Fajri Noor
    – Oktia Permata Sari
    – Ni’maturrifqi Maula
    – Fitrotul Muzayyanah
    – Faricha Irawati, S.Pd.I.
    – Tri Agita Rini

     

  7. 7
    Motto

    “Santunan Pendidikan, Santunan Generasi Masa Depan”

 

18Apr 2014

elsip

 


          Lembaga Seni Pesantren (eL-Sip) berdiri pada 1996. eL-Sip merupakan lembaga yang bergerak di bidang seni pesantren yang menampung dan menyalurkan serta mengembangkan bakat-bakat santri di bidang seni yang berhaluan Islami. Agenda utama eL-SiP adalah mengadakan pengembangan dan pembinaan minat dan bakat santri dalam bidang: seni baca al-qur’an (Qiro’ah), Seni Rebana/hadrah, Sholawat, kaligrafi, sastra  dan musik. Berbagai pembinaan seni tersebut diharapkan mampu dijadikan sebagai media dakwah islamiyyah yang berguna bagi pembangunan kehidupan keberagamaan umat. eL-SiP telah meraih berbagai prestasi di bidang seni pesantren  dalam event-event perlombaan yang diikuti, baik tingkat DIY maupun nasional. Sedangkan, sebagai media dakwah, eL-SiP telah melakukan serangkaian  penampilan atau konser di berbagai propinsi di Indonesia.


http://elsip-wasilatussaadah.blogspot.com

 

18Apr 2014

pspb

         PSPB yang merupakan singkatan dari Pusat Studi Pengembangan Bahasa (PSPB). Merupakan lembaga yang bergerak di bidang pengkajian, pembinaan, dan pengembangan bahasa asing, yang sangat signifikan bagi pengembangan keilmuan, terutama di era globalisasi. Kemudian  dalam realisasi pelaksanaannya kami membentuk lembaga pelatihan yang diberi nama COZY TEA ( COZY Training of English and Arabic ; cozy berarti suatu hal yang menyenangkan dan TEA yang merupakan kependekan dari training English Arabic). Selain itu kami juga merupakan lembaga yang diberikan amanah penuh untuk mengemban segala hal yang berhubungan dengan bahasa, terutama bahasa asing di PP Wahid Hasyim. Oleh karena itu PSPB tidak hanya bergerak dalam kegiatan kursus, dan juga tidak hanya berobjek pada santri baru semata namun juga dalam hal kebahasaan lain di PP Wahid Hasyim, seperti : bekerjasama dengan pihak madin dalam kegiatan khitobah 3 bahasa, bekerjasama dengan segenap pengurus asrama untuk menciptakan lingkungan berbahasa, bekerjasama dengan pihak madrasah dalam kegiatan kegiatan bahasa madrasah baik MI, MTs, ataupun MA.


Facebook: https://www.facebook.com/pspb.wahidhasyim

 

 

18Apr 2014

oswah

 


OSWAH yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim, secara khusus bergerak di bidang kesantrian. Secara otomatis OSWAH akan melaporkan hasil kerjanya kepada Yayasan. Seiring dengan beberapa perubahan di tubuh Yayasan sendiri, secara otomatis OSWAH juga telah mengalami beberapa perubahan keorganisasian. 

Kepengurusan OSWAH dibentuk dari Pengurus Harian dan beberapa Devisi. Pengurus ini dibentuk oleh dewan formatur, sedangkan divisi-devisi dibentuk dari pewakilan masing-masing asrama. Jadi hampir tiap asrama ada penurus OSWAH sebagai wahana komunikasi dan untuk memudahkan koordinasi seluruh pengurus. Kepengurusan juga tidak lepas dari campur tangan kepengurusan asrama yang notabenenya adalah berada di bawah naungan OSWAH, sebagai kepengurusan yang independent.

Pada masa bakti 2013-2015, ada beberapa perbedaan dengan periode-periode sebelumnya, terutama pada akhir tahun 2012. Pada awal kepengurusan OSWAH masa bakti 2013 – 2015 dalam menjalankan programnya dibantu oleh beberapa devisi untuk mewujudkan dan terciptanya nuansa harmonis, dan unit  yang banyak berhubungan dengan kesantrian, juga oleh pengurus asrama. Beberapa devisi itu adalah: keamanan dan ketertiban, kesantrian, kebersihan dan sarana prasarana, event organizer, intelektual dan kelembagaan, serta Pelayanan Informasi dan administrasi.  Kami sengaja merubah menjadi devisi-devisi kecil dan tidak membentuk program yang terlalu tinggi, kita hanya mentargetkan apa yang menjadi persoalan dasar tanpa mengesampingkan visi dan misi OSWAH secara khusus dan Yayasan secara umum.
 
Seiring dengan bergulirnya waktu, OSWAH semakin menampakan kemandiriannya. Dari  berbagai segi ada yang perlu diluruskan, dimana Yayasan telah membagi job kerja sesuai lembaga masing-masing. OSWAH yang dulunya membawahi beberapa bidang kerja setelah adanya perombakan, lebih spesifik mengurusi masalah kesantrian. Memang kalau dulu yang namanya lembaga OSWAH adalah suatu lembaga yang tertinggi dan ter– exis di lingkungan Wahid Hasyim, karena tugasnya hampir sama dengan pengurus Yayasan. Tapi sekarang tugas masing-masing lembaga telah digariskan oleh pihak Yayasan secara bagus dan terorganisir.
 
Ada satu hal yang menurut kami menjadi menarik dari kepengurusan sekarang, yaitu mengaktifkan kembali kepengurusan UKSH (Unit Kesehasan Santri Husada) dan Damar Sanri yang sempat vakum pada kepengurusan sebelumnya. Kepengurusan ini sangat penting berada di sebuah pesantren sekaliber Wahid Hasyim. Selain berfungsi untuk pelayanan pemeriksaan kesehatan, kami berharap dengan adanya pengurus UKSH mampu memberikan penyuluhan kesehatan untuk menyadarkan santri selalu hidup secara sehat. Mengingat kondisi kesehatan di Indonesia yang saat ini mengalami penurunan. Mulai dari wabah demam biasa sampai dengan demam berdarah yang sudah akrab dengan kondisi bangsa ini juga sampai dengan yang aktual seperti avian influenza (flu burung).
 
Sementara itu, berbagai alasan penerbitan kembali damarsantri adalah: Pertama, sebagai bentuk tuntutan adanya kebutuhan dalam membentuk, melatih, dan menggembangkan, kreatifitas dalam hal jurnalistik. Kedua, untuk menampung ide-ide harapan santri untuk ikut dalam sikap “peduli” terhadap Wahid Hasyim. Ketiga, sebagai bagian dari sub-Organisasi Oswah yang membawa misi-misi Oswah. Dengan demikian bulletin Damarsantri turut mengambil peran dalam pengembangan potensi santri, pengembangan intelektual, keterampilan dan kreatifitas santri, dan media untuk menyuarakan pembudayakan 9K (Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Kesehatan, Keamanan, Kedisiplinan, Kekeluargaan dan Kemandirian).

 


Akhirussanah

Fortasi

 


http://oswahppwh.blogspot.com

 

18Apr 2014

lpm

Lembaga Pengabdiann pada masyarakat (LPM) adalah lembaga sosial keagamaan yang berada dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Lembaga ini bergerak di jalur dakwah islamiyah dan pelayanan ummat. Berdirinya Lembaga Pengabdian pada Masyarakat sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta itu sendiri. Jalinan antara pondok dengan masyarakat inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya lembaga ini. Adapun awal tujuan didirikannya Lembaga Pengabdian pada Masyarakat adalah :

  1. Untuk mengorganisir aktivitas dakwah yang bersifat keluar yang dilakukan oleh Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta.
  2. Sebagai wadah pengabdian dan wahana intelektualitas santri.
  3. Berfungsi mengintegrasikan Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta dengan masyarakat.
  4. Membantu pelaksanaan program-program Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta dalam bidang pembinaan masyarakat.

Berawal dari pemikiran itulah, kita dapat berfikir bahwa keberadaan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta sangatlah penting sebagai media komunikasi serta mempererat tali silaturrahmi antara pondok dengan masyarakat. Selain itu pula dapat digunakan sebagai wadah para santri untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat selama ini  dan sebagai sarana pembelajaran menghadapi masyarakat. Serta berfungsi juga untuk memecahkan problem sosial keagamaan yang sedang berkembang di masyarakat. Adapaun agenda utama lembaga ini adalah pembinaan keberagaman umat, pendidikan bagi anak-anak melalaui unit-unit kegiatan TPA(Taman pendidikan Al Qur’an), pembinaan majlis taklim, penerjunan Mubaligh dan klhotib-khotib ke masjid-masjid.

Sampai saat ini LPM  telah memiliki puluhan desa binaan di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman.