Berita Utama

08Mei 2017

IMG-20170508-WA0016YOGYAKARTA – Perhelatan Musabaqoh Kitab Kuning se-Kabupaten Sleman diselenggarakan pada 9 April 2017 di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Sedangkan Musabaqoh Kitab Kuning se-Provinsi DIY diselenggarakan pada 6 mei 2017 di PP Al Munawir Krapyak, Bantul DIY. Terselenggara dalam dua katagori yaitu Ihya Ulumiddin (Ulya) dan Fathul Qarib (Ula). Lomba yang diadakan atas kerjasama Garda Bangsa dan Laskar Santri diikuti oleh dua belas santri terbaik se-DIY.
Di tingkat Provinsi katagori Ihya Ulumiddin putra juara satu dimenangkan oleh Abdul Aziz dan ditingkat yang sama putri dimenangkan oleh Ade ‘Amiroh. Sedangkan di katagori Fathul Qarib putri juara satu dimenangkan oleh Fariqotul Khosyi’ah. Ketiga juara satu tersebut adalah mahasantri yang berasal dari Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta. Selain mendominasi menjadi juara satu dalam dua tingkat tersebut, PP Wahid Hasyim juga mendapatkan juara tiga putri tingkat Ihya Ulumiddin oleh Dwi Arini Zubaidah dan juara tiga putra tingkat Fathul Qarib oleh M. Sa’dullah Fauzi.
Sebelumnya untuk katagori Fathul Qorib menjuarai ditingkat kabupaten Sleman. Juara satu putra M. Sya’dulloh Fauzi, juara satu putri Fariqorul Khosyi’ah, dan juara tiga Faiz Al-Faruqi. Sedangkan untuk katagori Imrithi juara tiga Fujiyati. Prestasi yang ditorehkan PP Wahid Hasyim ini akan berlanjut pada tingkat Nasional sekitar 23 Mei 2017.
Ajang Musabaqoh Kitab Kuning adalah ajang untuk seluruh santri saling menguji penguasaan dan pemahamaman terhadap kitab kuning. Kemampuan ilmu alat (Nahwu-Shorof) dan pemahaman terhadap kitab adalah aspek yang menjadi pertimbangan dewan juri untuk menentukan juara.
“Selain ingin mendapatkan pengalaman, saya juga ingin mengasah kemampuan saya dalam ilmu alat dan pemahaman terhadap kitab yang dilombakan.” kata Abdul Aziz, mahasantri PP Wahid Hasyim peraih juara satu putra tingkat Ihya Ulumiddin (Ulya).
Menurut Abdul Aziz, seluruh kemampuan yang bertanding dilomba tersebut sangat berimbang. Titik tolak yang menjadi ukuran dalam penjurian adalah bagaiamana peserta menanggapi dan menyikapi pertanyaan oleh dewan juri.
Kiranya lima mahasantri PP Wahid Hasyim yang telah mendapat juara di Musabaqoh Kitab Kuning menjadi teladan bagi seluruh santri pondok pesantrennya. Pondok Pesantren Wahid Hasyim mendasarkan pada empat program unggulan; Akhlakul Karimah, Takhfidzul Qur’an, Penguasaan Kitab Kuning, dan Kemampuan Bahasa Asing (Arab-Inggris).
Pengusaan Kitab Kuning (thurats) adalah salah satu cara umat Islam menggali khasanah ilmu pengetahuan yang sudah ditorehkan oleh ulama-ulama terdahulu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan sumbangsih pada peradaban. Bagaimana mungkin umat sekarang mampu memahami khasanah Islam lewat thurats tanpa mengetahui ilmu alat yang digunakan yaitu bahasa Arab.
Menjadi santri global adalah menumbuhkan rasa “peka” yang tinggi terhadap perubahan dan pertumbuhan zaman dan mampu memberikan analisis sosial yang tajam terhadap masayarakat. Tidak meninggalkan nilai-nilai dasar agama Islam dan selalu berinovasi untuk menjawab zaman dalam memberikan sumbangsih peradaban.

Penulis : Ampuh Sejati

12Des 2016

img_2140

     Nabi besar Muhammad SAW adalah sosok yang begitu mulia yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, kelahiran beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak dan agama yang diridhoi Allah SWT. Maka sudah sepatutnya kita sebagai umatnya menanamkan akhlak dan mengikuti langkah-langkah beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Semarak memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dan sima’an Al-Quran 30 Juz yang dilaksakan diasrama masing-masing berlangsung meriah dan khidmat…

img_2138

Asrama Abu Bakar

     Al-Qur’an Adalah bukti nyata perjungan Nabi sampainya Al-Qur’an dalam pelukan kita, jadi pedoman hidup kita, adalah bukti perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah dari Allah SWT untuk umat seluruh alam. Al-Qur’an adalah salah satu bukti nyata cinta kepada Nabi Muhammad SAW. (Nzl)

img_2141img_2144img_2143

Semoga kita semua tergolong umat yang mendapatkan syafaat di hari nanti. Aamiin Aamiin Yaa Robbala’alamiinn…

23Sep 2015

IMG_5754        Sleman (23/09) Dalam rangka menyemarakkan kegiatan Idul Adha 1436 PP. Wahid  Hasyim menggelar acara takbir bersama. Acara dilaksanakan di lapangan komplek Abdul Hadi Centre (AHC) dan diikuti oleh seluruh santri PP. Wahid Hasyim baik dari MI, MTs, MA, SMA Sains dan santri mahasiswa. Tampil sebagai pembuka acara penampilan rebana putri dari Madrasah Wahid Hasyim yang cukup memeriahkan malam itu. Acara dilanjutkan dengan sholawat dan takbir bersama yang diikuti oleh seluruh santri PP. Wahid Hasyim.

       Acara takbir bersama berlangsung semarak. Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar, Laailaaha illallahuallahu akbar, Alllahuakbar walillahilham. Begitulah suara kumandang takbir yang dilafalkan secara bersama-sama oleh santri PP. Wahid Hasyim yang terdengar syahdu.

              Selain takbir bersama, semarak Idul Adha 1436 akan dilanjutkan dengan sholat Idul Adha berjamaah di masjid jami Gaten. Usai sholat Idul Adha acara dilanjutkan dengan pemotongan daging kurban. Khoirun Najib  selaku ketua panitia menyampaikan bahwa tahun ini  panitia Idul Adha 1436 H akan menyembelih 21 ekor kambing. Hewan kurban berasal dari wali santri secara personal dan swadaya santri PP. Wahid Hasyim. Najib menambahkan bahwa nantinya daging kurban akan didistribusikan untuk santri PP. Wahid Hasyim. Kepanitian pengolahan daging kurban merupakan sarana berlatih santri untuk bisa mengelola daging kurban sampai pada pendistribusian. Dengan demikian, santri mempunyai bekal  yang cukup jika nantinya terjun ke masyarakat. (msr)

takbiir

 

16Sep 2015

12009825_891780790858720_8021072967917059945_n              Sleman (16/09). Keluarga besar PP. Wahid Hasyim patut berbangga atas pencapaian prestasi yang telah diperoleh oleh santri PP. Wahid Hasyim dalam ajang Pospeda Sleman 2015. Pospeda merupakan pekan olahraga dan seni antar pondok pesantren sebagai ajang kompetisi antar santri pondok pesantren. Pospeda Sleman 2015 digelar selama 2 dua hari, Selasa (15/9) dan Rabu (16/9) dan diikuti oleh kontingen dari 27 pondok pesantren se-kabupaten Sleman. Lokasinya tersebar di tiga titik yakni Gedung Serba Guna, Serambi Masjid Agung, dan GOR Pangukan.

           Dalam event bergengsi ini, kontingen Wahid Hasyim berhasil menyabet 25 tropy kejuaraan dari semua cabang yang dilombakan dan berhasil menduduki juara umum  ke 2 dalam Pospeda 2015. Tentunya, pencapaian ini bisa tercapai berkat komitmen, latihan keras para peserta lomba dan kerja keras tim pelatih. Cabang yang mendapatkan juara 1 diraih pada cabang perlombaan lompat jauh (Pa), kaligrafi lukis (Pi), qosidah (Pi), qidato B. Arab (Pa), Pidato B. Indo (Pi), pencak silat kelas D (Pa).

          Sedangkan untuk cabang yang mendapatkan juara 2  adalah pada cabang lomba cipta puisi, stand up comedy (Pa) lomba lari 200 m (Pi), lari 5000 m (Pa), lari 800 m (Pi), estavet 4 x 1000 m (Pi), silat kelas C (Pa), silat kelas F (Pa), hadroh (Pa).Dan yang terakhir, untuk cabang yang mendapatkan juara 3 yaitu pada cabang hadroh (Pi), kaligrafi hiasan mushaf (Pi), lari 300 m (Pi), badminton ganda (Pi), voly (Pa), voly (Pi), Silat kelas A (Pa), Silat kelas B (Pi), Silat kelas C (Pi).

            Tentunya, pencapaian prestasi santri tahun ini pada event pospeda lebih baik daripada tahun sebelumnya. Harapannya, PP. Wahid Hasyim bisa terus mencetak santri-santri yang berprestasi, tak hanya prestasi akademik tapi juga non akademik. Prestasi yang sudah diraih menjadi sebuah kebanggaan yang harus kita apresiasi dan terus ditingkatkan untuk masa yang akan datang. (msr)

 *Rincian Kejuaraan:

  1. Juara 1 Lompat Jauh (Pa)
  2. Juara 1 Kaligrafi Lukis (Pi)
  3. Juara 1 Qosidah (Pi)
  4. Juara 1 Pidato B. Arab (Pa)
  5. Juara 1 Pidato B. Indo (Pi)
  6. Juara 1 Pencak Silat kelas D (Pa)
  7. Juara 2  Qosidah (Pa)
  8. Juara 2 Cipta Puisi
  9. Juara 2  Stand Up Comedy (Pa)
  10. Juara 2  lomba lari 200 m (Pi)
  11. Juara 2  lomba lari 5000 m (Pa)
  12. Juara 2  lomba lari 800 m (Pi)
  13. Juara 2  estavet 4 x 1000 m (Pi)
  14. Juara 2 Silat kelas C (Pa)
  15. Juara 2 Silat kelas F (Pa)
  16. Juara 3 hadroh (Pa)
  17. Juara 3 hadroh (Pi)
  18. Juara 3 Kaligrafi hiasan mushaf (Pi)
  19. Juara 3 lari 300 m (Pi)
  20. Juara 3 badminton ganda (Pi)
  21. Juara 3 voly (Pa)
  22. Juara 3 voly (Pi)
  23. Juara 3 Silat kelas A (Pa)
  24. Juara 3 Silat kelas B (Pi)
  25. Juara 3 Silat kelas C (Pi)

Sumber: Official_Weha

11Sep 2015

IMG_6581

Bapak. H. Muhtarom ketika memaparkan materi

Yayasan PP. Wahid Hasyim Kamis (10/09) menyelenggarakan stadium general dengan tema Khidmah Santri di pondok pesantren. Acara diselenggarakan di aula PP. Wahid Hasyim dan diikuti oleh seluruh santri PP. Wahid Hasyim. Dalam sambutannya, bapak M. Toha selaku perwakilan dari yayasan menyampaikan pentingnya berkhidmah bagi kalangan santri. Untuk itu, sangat diperlukan sekali adanya wawasan dan motivasi bagi santri untuk berkhitmah di pesantren. Dalam hal ini, bertindak selaku pemateri adalah bapak H. Muhtarom. Beliau adalah salah satu alumni PP. Wahid Hasyim yang memang sudah banyak berperan dalam pengembangan pesantren.

Bapak H. Muhtarom memaparkan, jika seseorang ingin berhasil maka harus berprinsip pada 5 hal, yaitu: Yang pertama, ashidqu (jujur), seorang santri harus mempunyai kepribadian yang jujur, baik jujur kepada diri sendiri ataupun jujur kepada orang lain. Kedua, amanah (dapat dipercaya). Sikap amanah harus dimiliki baik oleh seorang santri ataupun pengurus. Seorang santri yang amanah, maka ia melakukan hal-hal yang diamanahkan oleh orang tuanya, yaitu mengaji. Seorang santri dan pengurus juga harus menjalankan amanah apapun yang diberikan pengasuh dengan sebaik-baiknya.
Ketiga adalah i’tidal (proporsional), kapan harus mendahulukan kepentingan pribadi atau kepentingan sosial, kapan harus mendahulukan kepentingan kuliah atau pondok. Jika memang kepentingan pondok itu lebih penting, maka seorang santri harus lebih memprioritaskannya. Keempat adalah ta’awun (kerjasama), seorang santri di pesantren maka tergabung dalam masyarakat santri, maka budaya-budaya kerjasama, gotong royong ini harus terus diupayakan. Dan yang kelima adalah istiqomah. Beliau menyampaikan, puncak dari kesemuanya adalah istiqomah ketika kita bisa istiqomah dalam melakukan semua kebaikan

Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan media teknologi menjadi tantangan yang besar bagi para santri jika santri tidak cerdas memakainya. Beliau mencontohkan dengan HP di zaman sekarang yang serba canggih, jika kita tidak cerdas menggunakannya maka kita akan dibodohi oleh HP itu sendiri dan membawa dampak yang kurang baik. Beliau menambahkan, bahwa kesempatan sebagai seorang santri sekaligus sebagai seorang mahasiswa harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadilah santri baik-baik, jadilah mahasiswa baik-baik dan bekali diri dengan kemampuan pikir, rasa, kemampuan dhohir dan batin. Dengan demikian, maka santri akan bisa menghadapi tantangan di masa depan.(msr)

vgg

Santriwan santriwati peserta Studium General

04Jun 2014

Bapak Drs.HM.Lutfi Hamid,M.Ag Kakankemenag Sleman saat menghadiri acara Haflah Khatmil Qur'an dan Wisuda Santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Yogyakarta

Bapak Drs.HM.Lutfi Hamid,M.Ag Kakankemenag Sleman saat menghadiri acara Haflah Khatmil Qur’an dan Wisuda Santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Yogyakarta

Sleman (Humas)—Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Sleman Drs.HM.Lutfi Hamid,M.Ag memiliki penilaian tersendiri bagi Pondok Pesantren Wahid Hasyim saat ditemui di sela-sela Prosesi Haflah Khotmil Quran dan Wisuda Santri MI, MTs, MA, Madrasah Diniyah, dan Mahad Aly, Sabtu (31/5) malam di kompleks pesantren setempat Jalan KH Wahid Hasyim, Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman. Menurut pejabat yang dulu pernah menjadi Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil KemenagDIY itu, pesantren yang didirikan oleh almaghfurlah KH Abdul Hadi Asy-Syafii ini mampu menunjukkan branding-nya sebagai lembaga pendidikan Islam yang mempunyai target dan konsep yang jelas.

“Hal ini terbukti dengan adanya demo tafsir al Quran maupun khitobah dengan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris,” ujar pejabat kelahiran Bantul 5 Januari 1968 itu. “Artinya lembaga ini sudah dapat disebut qualified, berkelas, karena mempunyai ukuran yang jelas atas identitas lembaga pendidikan tersebut,” tambahnya kemudian.

Sebelumnya saat prosesi haflah khotmil dan wisuda santri yang juga dihadiri Kakanwil Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I dan Kasi Pondok Pesantren Rohwan M.Si ini , sebanyak 222 siswa diwisuda dengan rincian 14 siswa MI, 58 MTs, 68 MA, 69 Madin, dan 13 Mahad Aly. Sementara khotmil quran, diikuti 239 santri khatam al Quran bin-nadri dan 25 santri khatam bil-ghoib 30 juz.

Pesantren ini kini diasuh oleh KH Jalal Suyuti. Sedang santri berprestasi dari jenjang MI adalah Halimatus Sa’diyah, Ahmad A’la (MTs), Nisa Usliatun Jannah (MA IPA), Siti Novitasari (MA IPS), Abdul Aziz (Madin Putra), Nasikhah (Madin Putri), dan Winarto S.Pd.I (Mahad Aly). [bap]

Sumber: http://yogyakarta.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=194731

04Jun 2014

Bapak Drs.H.Maskul Haji,M.Pd.I , Kakanwil DIY saat memberikan sambutan di Haflah Khatmil Qur'an dan Wisuda Santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Yogyakarta

Bapak Drs.H.Maskul Haji,M.Pd.I , Kakanwil DIY saat memberikan sambutan di Haflah Khatmil Qur’an dan Wisuda Santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Yogyakarta

Sleman (Humas Yogya Istimewa)—Al Quran adalah dasar utama untuk membentuk akhlak manusia. Hal ini menjadi pondasi kokoh untuk membangun bangsa yang penuh rahmat menuju baldatun thoyyibatun warobun ghofur. Alasan itulah yang melatari Pondok Pesantren Wahid Hasyim (WH) asuhan KH Jalal Suyuti untuk terusistiqomah melahirkan santriwan-santriwati yang menekuni agama terutama bidang tahfidz quran.

Untuk menegaskan hal tersebut, pesantren yang didirikan almaghfurlah KH Abdul Hadi Asy-Syafii ini menggelar Prosesi Haflah Khotmil Quran dan Wisuda Santri MI, MTs, MA, Madrasah Diniyah, dan Mahad Aly, Sabtu (31/5) malam di kompleks pesantren setempat Jalan KH Wahid Hasyim, Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman. Sebanyak 222 siswa diwisuda dengan rincian 14 siswa MI, 58 MTs, 68 MA, 69 Madin, dan 13 Mahad Aly.

Sementara saat prosesi khotmil quran, sebanyak 239 santri khatam al Quran bin-nadri dan 25 santri khatam bil-ghoib 30 juz. Keseluruhan 241 santri tersebut diasuh oleh Nyai Hj. Nelly Halimah Jalal Suyuti.

Kakanwil Kemenag DIY Drs.H.Maskul Haji,M.Pd.I yang hadir didampingi Kasi Pondok Pesantren Bidang Pakis Kemenag DIYRohwan,S.Ag,MSi mengungkapkan, santri lulusan WH bisa menjadi teladan di tengah masyarakat. “Bagi wali santri, memiliki anak yang mampu mengkhatamkan dan hafal al Quran serta piawai berbahasa asing tentu membanggakan,” ujar Kakanwil usai menyimak dialog santri dengan Ustadz Muh. Khoeron yang menggunakan bahasa asing. Kakanwil berharap, santri WH tidak hanya cerdas berfikir, tapi juga istiqomah berdzikir. “Karena tantangan nyata adalah ketika kalian besok terjun langsung ke masyarakat yang notabene plural, heterogen, tidak homogen seperti di pesantren,” pesan pejabat kelahiran Pati, 27 Maret 1959 itu.

Selain itu, pihaknya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kelulusan MA WH yang mencapai 100 %. “Wahid Hasyim ikut menyumbang angka kelulusan MA yang hampir 100 % bulat dari keseluruhan 3.200-an siswa aliyah di DIY,” papar Maskul Haji yang disambut tepuk tangan meriah hadirin utamanya wali santri.

Sementara santri berprestasi dari jenjang MI adalah Halimatus Sa’diyah, Ahmad A’la (MTs), Nisa Usliatun Jannah (MA IPA), Siti Novitasari (MA IPS), Abdul Aziz (Madin Putra), Nasikhah (Madin Putri), dan Winarto S.Pd.I (Mahad Aly). [bap]

Sumber: http://yogyakarta.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=194723